Postingan

Orang Benar akan Hidup oleh Percayanya (Habakuk 2:1-4)

             Nabi Habakuk bertanya kepada Allah mengapa orang fasik di Yehuda tidak dihukum atas dosa-dosa mereka. Dia tidak mengerti mengapa Allah yang adil membiarkan kefasikan itu tetap ada. Allah kemudian berjanji memakai orang Kasdim (bangsa Babel) untuk menghukum Yehuda yang berbuat fasik. Namun, lagi-lagi Habakuk tidak puas dengan jawaban Allah: “Engkau berdiam diri, apabila orang fasik (Babel) menelan orang yang lebih benar?”. Tentulah Yehuda, sekalipun banyak yang memberontak, masih lebih baik dari orang Babel yang adalah penyembah berhala. Mengapa Allah membiarkan ini; mereka dijajah , dikepung bahkan dianiaya oleh Babel. Namun, cara berpikir manusia berbeda dengan rancangan Tuhan. Jawaban Tuhan tidak dapat ditafsir sebagai bentuk pengabaian-Nya terhadap umat-Nya. Ia selalu memikirkan apa yang terbaik untuk umat kepunyaan-Nya. Contoh lainnya bahwa rancangan Tuhan melampaui pemikiran kita:        Abraham:  Imannya ...

Tempat Perlindungan

Gambar
 Yesaya 25:4 "Sebab Engkau menjadi tempat pengungsian bagi orang lemah, tempat pengungsian bagi orang miskin dalam kesesakannya, perlindungan terhadap angin ribut, naungan terhadap panas terik, sebab amarah orang-orang yang gagah sombong itu seperti angin ribut di musim dingin,"   (gunung batu menurut pemahaman Alkitab adalah tempat perlindungan dari berbagai ancaman bahaya. seperti Daud yang berlindung di gua-gua gunung batu ketika lari dan mengungsi dari musuhnya) "Sekalipun perkataan ini hendak menunjukkan pembebasan orang-orang Yahudi dari penawanan, namun perkataan ini juga dapat bermaksud melihat peristiwa yang lebih jauh, kepada pujian yang seharusnya dipersembahkan kepada Allah oleh sebab kemenangan Kristus atas musuh-musuh rohani kita, dan penghiburan-penghiburan yang telah Ia sediakan bagi semua orang yang percaya. Sebagaimana Allah melemahkan orang-orang gagah yang sombong dan selama ini terlindungi, demikian pula Ia menguatkan orang-orang lemah yang rendah ha...

Jadilah Yang Pertama dan Mau Melayani (Markus 9: 30-37)

Gambar
Renungan Pemberitaan Firman dari  MARKUS 9: 30-37 Tema : Jadilah Yang Pertama dan Mau Melayani (Tema dari PGI dalam rangka Hari Pekabaran Injil Indonesia & Hari Perjamuan Kudus Sedunia Minggu Pertama bulan Oktober 2024) Tentang Tema Tema ini harus dipahami dengan hati-hati. Sebab, menjadi yang pertama dan terdahulu dalam pandangan dunia berbeda dengan nilai Surga. Nilai-nilai yang Kristus ajarkan adalah kasih dan kerendahan hati. Dan, seperti yang Yesus katakan di ayat 35, “Jika seseorang ingin menjadi yang terdahulu, hendaklah ia menjadi yang terakhir dari semuanya.” Tidak ada yang lebih bertentangan dari dua nilai yang Yesus ajarkan itu daripada keinginan akan kedudukan di dalam dunia dan perdebatan mengenainya. “Barangsiapa yang hendak meninggikan diri, ia akan direndahkan” (Matius 23:12) Oleh karena itu, muncul pertanyaan melihat tema saat ini: “bolehkah orang Kristen memiliki kerinduan menjadi yang pertama atau terdahulu,” kita harus hati-hati menjawabnya. Hal itu...

Menanti Janji Tuhan

Gambar
Yosua 21:45 Dari segala yang baik yang dijanjikan TUHAN kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. Allah berjanji untuk memberikan kepada keturunan Abraham tanah Kanaan sebagai milik, dan sekarang mereka memilikinya, dan tinggal di sana. Dan janji tentang Kanaan surgawi itu juga pasti bagi semua Israel rohani milik Allah; karena itu adalah janji dari Dia yang tidak dapat berbohong. Tidak ada satu pun hal baik yang tidak digenapi, yang telah Tuhan sampaikan kepada kaum Israel. Pada waktunya nanti, semua janji-Nya akan digenapi; pada saat itulah umat-Nya akan mengakui bahwa Tuhan telah melampaui harapan terbesar mereka, dan menjadikan mereka lebih dari sekadar pemenang, serta membawa mereka ke tempat peristirahatan yang mereka inginkan. (Matthew Henry) Kita pun harus percaya kepada janji Tuhan dan tekun menantikannya. Berikut hal yang perlu kita latih agar kita semakin tekun menantikannya: pertama, percayalah kepada Tuhan, sang Pemberi janji. Sebuah janji tida...

Mati terhadap Dosa

Gambar
1 Petrus 2:24 Ia sendiri telah memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib, supaya kita, yang telah mati terhadap dosa, hidup untuk kebenaran. Oleh bilur-bilur-Nya kamu telah sembuh. Marilah kita melihat apa yang terjadi di dalam karya penyaliban Tuhan kita:  Ia memikul dosa kita di dalam tubuh-Nya di kayu salib. Ia membawa dosa-dosa kita - Ia mengambil dengan sukarela segala dosa kita, atau dari perspektif orang yang percaya kepada Yesus dan dibaptis, kita menyerahkan segala dosa kita kepada-Nya untuk ditanggung-Nya supaya kita dibenarkan dan dapat kembali kepada Allah. Dan Kristus menanggung dosa itu sampai di kayu salib, Ia didera dan mati. Dia menanggung hukuman atas segala dosa kita, yaitu kematian, dan memenuhi keadilan Allah. Oleh karena kita percaya kepada pengurbanan Yesus yang menanggung dosa kita di kayu salib, maka kita menjadi satu dengan kematian-Nya. Sebab, kita mengerti bahwa kematian Yesus adalah kematian yang seharusnya menjadi milik kita. Namun, Ia menggan...

Meyakini Allah

Gambar
 Mazmur 16:1 Miktam. Dari Daud. Jagalah aku, ya Allah, sebab pada-Mu aku berlindung. Hidup Daud penuh dengan bahaya dan pertempuran. Karenanya, ketika dia dengan sadar menjadikan Allah tempat perlindungannya, tentu karena dia telah mengenal dan yakin kepada-Nya. Pengalaman membuktikan kepada Daud bahwa Allah memberi keselamatan kepada-Nya, baik melawan singa dan beruang sewaktu dia sebagai gembala, melawan Goliat, dan orang-orang yang menganiayanya. Ketika melawan raksasa Goliat, Daud berkata, "aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam,... Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu" (1 Sam. 17:  45-46 ). Dia memiliki keyakinan penuh kepada Allah, "aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah" (16:8); "Sebab Engkau tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan" (...

Pertolongan Kita Adalah Dalam Nama Tuhan - Minggu 29 September 2024

Mazmur 124:8 Pertolongan kita adalah dalam nama TUHAN, yang menjadikan langit dan bumi. Tuhanlah yang merencanakan dan melakukan segala karya pembebasan dalam hidup kita, dan atas hal ini haruslah Dia mendapat kemuliaan. Musuh-musuh memasang jerat bagi umat Allah, untuk menyeret mereka ke dalam dosa dan masalah, dan menahan mereka di sana. Kadang-kadang musuh tampak menang, tetapi marilah kita menaruh kepercayaan kita kepada Tuhan, dan kita tidak akan menjadi bingung. Orang percaya akan menganggap keselamatannya sebagai karya kuasa, belas kasihan, dan kebenaran Allah, dan melihat kembali dengan rasa takjub dan syukur atas jalan yang ke mana Tuhan telah membawanya. (Matthew Henry) Orang percaya tidak akan menyesal dalam mengikut Tuhan, sekalipun jalan yang telah dilalui dan masih akan dijalani penuh dengan kesusahan. Bukan karena mereka manusia super atau tidak rasional, melainkan pengalaman telah mengajarkan mereka, bahwa Tuhan berkali-kali menolong mereka dengan dahsyat, dan di dalam ...