Renungan Malam Pergantian Tahun
Yakin Penyertaan Tuhan bagi Anak-anak-Nya
Ulangan 31: 7-8
31:7 Lalu Musa memanggil Yosua dan berkata kepadanya di depan seluruh orang Israel: "Kuatkan dan teguhkanlah hatimu, sebab engkau akan masuk bersama-sama dengan bangsa ini ke negeri yang dijanjikan TUHAN dengan sumpah kepada nenek moyang mereka untuk memberikannya kepada mereka, dan engkau akan memimpin mereka sampai mereka memilikinya. 31:8 Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati."
Saudara yang dikasihi Tuhan,
Atas perintah
Allah, Yosua telah ditahbiskan oleh Musa di hadapan Imam Eleazar dan seluruh bangsa
Israel sebagai pemimpin Israel yang baru. Serangkaian tugas diberikan kepadanya.
Secara khusus untuk memimpin bangsa itu ke negeri yang dijanjikan Tuhan. Tentu
ini bukan tugas yang mudah. Kita sendiri tahu bahwa Musa saja beberapa kali
tampak tertekan dalam menjalani tugas kepemimpinan. Musa yang tahu dan sudah
mengalami sendiri beratnya tugas itu dengan tenang meyakinkan dan menguatkan
Yosua, “janganlah takut dan janganlah patah hati, TUHAN, Dia sendiri akan
berjalan di depanmu, menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan
tidak akan meninggalkan engkau” (ay. 8).
Saudara, kini kita memasuki tahun 2024.
Bagaimana perasaan dan pandangan anda: biasa saja; terkejut karena bisa
melewati tahun 2023; pesimis; atau mungkin optimis? Saudara, sejalan dengan
firman Tuhan yang kita baca saat ini, saya mau mengingatkan kita untuk
bersyukur di awal tahun 2024 ini. Sebab, Tuhan sendiri berjalan menyertai kita
hingga detik ini. Bukan kebetulan Anda dan saya masuk ke tahun 2024 ini.
Kita sama-sama
menyadari ada hal-hal yang kita sesali di tahun 2023 ini, dan bagi sebagian ada
hal-hal di tahun 2023 yang membawa bekas luka di hati atau tubuh; ada yang
masih berjuang dengan sakit-penyakit; dan hampir semua kita masih memiliki
tugas-tugas berat yang kita bawa di tahun 2024 ini. Tetapi, seperti bangsa
Israel, marilah kita membuat sebuah pengingat atau prasasti, yakni momen awal
tahun 2024 ini kita masih bisa datang kepada Tuhan bersama-sama untuk memuji
Dia, mengakui kebesaran-Nya, memohon tuntunan dan pertolongan-Nya kembali.
Ingat dan yakinlah, sampai sekarang ini pun Tuhan terus menolong kita dan Dia
hadir bersama kita. Bukankah Dia berkata, “Sebab di mana dua atau tiga orang
berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka” (Mat. 18:20).
Setelah kita
mengingat untuk bersyukur atas penyertaan Tuhan hingga saat ini, kini, seperti
Yosua yang dikuatkan oleh Musa dari kebenaran firman Tuhan, maka baiklah kita
pun beroleh penguatan dari firman yang menyapa kita saat ini, yaitu perintah “Janganlah
takut.” Janganlah takut memasuki tahun 2024 ini dengan segudang tugas yang ada
di dalamnya. Sebab, Tuhan sendiri berjalan menyertai kita. Dia tidak akan
membiarkan kita dan tidak akan meninggalkan kita. Ini adalah janji Tuhan.
Sebagaimana janji Tuhan Yesus juga, “Aku menyertai kamu senantiasa sampai
kepada akhir zaman.” (Mat. 28:20).
Saudara, mari
kita meyakini janji Tuhan ini dan menjalani tahun 2024 ini dengan optimisme.
Apa dasar optimisme kita? Yaitu karena kita anak-anak Tuhan yang beroleh janji
Tuhan. Ini patut kita garisbawahi, yaitu janji ini berlaku hanya bagi anak-anak
Tuhan. Maka Saudara, renungkanlah apakah kita sungguh anak-anak Tuhan. Firman
Tuhan memberi penjelasan, bahwa yang disebut anak-anak Tuhan adalah mereka yang
melakukan perintah-perintah-Nya (Yoh. 14:21).
Pertama, bagi
saudara yang melakukan perintah-perintah Tuhan, dan karena itu ada banyak tugas
berat yang menanti di tahun 2024 ini, maka janganlah takut, sebab Tuhan sendiri
akan berjalan di depan kita. Dia tidak akan meninggalkan kita.
Kedua, bagi
saudara yang belum memberi perhatian dan melakukan perintah-perintah Tuhan
dengan giat, maka minta ampunlah akan segala dosa pelanggaran saudara di
hadapan Tuhan, dan mintalah Tuhan agar di tahun 2024 ini Anda dibaharui-Nya dan
dituntun-Nya untuk hidup sesuai kehendak-Nya.
Komentar
Posting Komentar